Wednesday, August 14, 2013

Aku menyintaimu selamanya

Inilah kata-kata yang tak kunjung hilang..
Padamu seorang, oh kasih pujaan..
Dengarkanlah...
Aku cinta kamu seumur hatiku..
Kucintai engkau dengan segenap hatiku..
Lihatlah dasar pelabuhanku..
Aku tak ada perhentian tanpamu..
Ambang cintaku berlabuh dalam hatimu...
Aku sayang kamu bidadariku..
Siang malam hanya kamu saja..
Yang terpikir dan terbayang dalam anganku..
Kau kuinginkan..dan kuimpikan..
Kau kusayangi dan kucintai..
Aku takkan bisa hidup, pabila kau pergi..
Sungguh..aku cinta kamu..
Seumur hidupku..
Segenap hati dan jiwa ragaku..
Tak berarti ini tuk persembahkan untukmu..
Kusiap mati, asalkan kau bahagia..
Pun kuingin kau tau satu rasaku..
Aku cinta kamu selamanya...
BEsar cintaku, tak tertandingi apapun di dunia..
Tuhan restuilah aku padanya..
Aku cinta dia, dan hanya dialah saja..
Cintaku yang aku cintai selamanya..

Memikirkan kamu

Engkau terbayang dalam relung hatiku...
Tersenyum memikat hatiku yang rindu..
Pada wajah dan senyummu...
Yang dulu menghiasi hari-hariku..
Sekejap saja kita bertemu...
Tapi kenangan itu terpancar...
Begitu kuat dalam sanubariku..
Akankah semua ini berlarut...
Pabila kau di sana mau menantiku..
Siang dan malam kupikirkan kamu..
Detik demi detik tak berarti bagiku..
Bila tiada namamu di bibirku..
Ayumu...parasmu... suaramu..
Oh...indah di indera ragaku...
Engkaulah ciptaan kesempurnaan..
Keabadian cinta yang indah..
Membahana dalam emosi yang mega..
TUk menjadi nyata, pasangan hidupku..
Engkau kulamunkan dan slalu kupikirkan..
Pun apalagi yang kurasa...
Selain itu cinta yang merasuk...
Kurindukanmu..
Sampai kapan kurindukanmu..
Meskipun banyak sesal kurasa...
Tapi tak jua, cinta ini rubah rasaku...

Izinkanlah kukecup wajahmu

Kasih..
Jika kau ada di sini..
Aku ingin bercerita denganmu..
Tentang suka dan duka..
Tentang asa dan rasa..
Saat-saat indah ini bersamamu..
Kuingin kita menyatu..
Dalam kata dan rasa..
Yang tak mungkin dapat terpisahkan..
Karena kutau engkau cinta..
Dan kusadari kuamat cinta..
Karena tanpamu apalah daya..
Jika kau ada di sini..
Izinkanlah kukecup wajahmu..
Agar rindu ini terobati..
Dan pelukku slalu padamu..
Hingga hilang semua gundahku...
Kau kan bahagia bila di sisiku...
Oh..seandainya..
Seandainya saja kau di sini..
Kau kan kulayani layaknya ratu..
Kan kupuja engkau dan kusayangi...
Bisakah aku bayangkan kau hilang??
Tak satupun terpikirkan demikian..
Hanya harap satu hal ini..
Menunggumu hingga kau ada di sini..

Sayang, terimalah maafku

Sayang..
Kutak berdaya dalam kuasa..
Penderitaan yang dibuat tuk pisahkan kita..
Kuhampir menyesali pertemua kita..
Karena dusta dia, yang sungguh biadap adanya..
Mengapa harus ada ujian itu..
Aku hampir kalah di dalamnya...
Haruskah kumati dalam angkaranya..
Sedangkan kutak jua menanti..
Lingkaran kepastian itu melilitku..
Tapi tlah kusadari semua..
Semua itu hanya cobaan semata..
Takkanlah terjadi untuk kedua kali..
Karena yang harus aku lakukan..
Adalah percaya padamu slalu...
Agar aku tak was-was dan curiga..
Sepatutnya kuharus sayangimu sungguh...
Terimalah maafku sayangku..
Atas ketidakpercayaanku padamu..
Kuhanya takut akan satu hal darimu...
Bila serpihan hati itu hilang..
Oh...ku tak kuasa menahan luka ini..

Pujangga cinta kesepian

Cibirkan lagi kata-kata itu...
Kata kata tak bersajak..
Merayap dalam segi baitnya..
Kukembali termenung dalam sesaat..
Apakah gerangan tangan ini tuliskan...
Sedangkan asa ini terus mencekam..
Oh... kenangan yang sudah...
Haruskah berlalu sedemikian rupa..
Di mana jibaku menantikan kepastian..
Akan rupa cinta yang kian abstrak...
Adakah lagi tangannya mengalun..
Sibakkan rasa sepi yang semakin kalut..
Hambaku telah hilang...
Mencari jawaban pun kutak sanggup lagi..
Kalut dan derita saja slalu dicicipi..
Kuharus berperang lagi melawan dunia..
Yang semakin kusam dan kejam menusukku..
Aku berlari..tapi slalu terjatuh..
Sepi ini, buatku menangis...
Dan menantikan dia slalu yang aku cintai..

Cinta sejati

Keangkuhan membuat kita buta..
Bahwa sejatinya cinta itu slalu ada..
Menjelma dari hati ke hati..
Dan membuai bagaikan gelembung di permukaan...
Cinta bagaikan tulang belulang..
Yang tersusun rapi di setiap jengkalnya...
Bersatu padu dari ujung ke ujung..
Dan tak mudah patah walau besi merajamnya..
Sangkakala yang tertiup di surga nyata..
Menyatakan hati yang tak berkesudahan..
Kata-kata cinta yang terucap melekat..
Dan merasuk jadi tubuh yang kuat...
Bayangkanlah cinta itu rapuh...
Ego dan dengki memisahkan ujungnya..
Bagai jembatan yang tiada tiang...
Dia kan roboh tak sisakan kenangan..
Tapi taulah jika kau menyelaminya...
Bahwa dasarnya cinta adalah sejati..
Kau kan saling memahami..
Kokohnya cinta setiamu yang kuatkannya...

Engkau jantung hatiku

Engkau bagaikan jantungku..
Yang berdetak tak kunjung henti..
Yang berikan aku kehidupan..
Dan nafasku tak sesak karenamu..
Si jantung hati tak pernah mati..
Kau lara yang manis meski melukai..
Kutak tak peduli itu terjadi..
Karena satu sayang ini buat engkau saja..
Kau tau bahwa kutak mampu hidup..
Bila jantung ini lepas daripadaku...
Namun engkau jantung hatiku..
Kau pengganti jantungku yang berdetak...
Selamilah selaksa jiwaku...
Dan kan kau temukan harta yang terpendam..
Berharga dan indahnya buatmu seorang..
Simpan itu dan kenanglah aku..
Jangan lari dari dadaku...
Karena kutak sanggup menahan luka lagi..
Selain dari tanganmu yang berikan cinta..
Kutak mau yang lain ada mengganggu cinta kita..

Rasa sayang ini

Rasa sayang ini begitu dalam padamu..
Tapi apakah kau sungguh mengerti..
Kuhanya manusia yang tak luput dari salah..
Kuhanya debu yang siap terbang oleh angin..
Namun kutakut berpisah darimu..
Yang akan buatku mati dalam kekelaman..
Kukejapkan dada ini begitu hangat..
Dan kuletakkan tanganku di atasnya..
Sakit dan perih harus kujuangkan..
Karena ratanya angkara yang meradang..
MElubangi dada ini dengan pedangnya...
Tangisku yang pecah ini tak kuanggap..
Kerugian tak pernah kuperhitungkan bagimu..
Karena untukmu, slalu bahagia yang kuberikan..
Jikalau kau tak temukan dan merasakannya...
Cukuplah kau pejamkan matamu...
Peluk dan ciumku,sejatinya ungkapkan sayangku..

Syurga cinta kita

Demi waktu yang kulalui..
Kutelah jalani dalam sgala perih...
Duri yang membengkak di kakiku...
Tak hentikan langkahku menuju surga cinta..
Dan kusadari...
Di tengah pencarianku ada sebuah mutiara..
Yang indahnya terpancar di hatiku..
Dan kuingin menggapainya...
Benar... aku tlah menggapainya..
Kutemukan dia di dalam gelapku..
Terangnya mengisi kekosongan hatiku..
Hinggaku terbuai akan keindahan cintaku...
Surga cintaku adalah kamu seorang..
Dan tiada jua yang sepertimu...
Karena darimu kutemukan sisi lainku..
Yang ternyata ada, kembali ke dalam hatiku..

Kata cinta yang kuucapkan

Tak henti kumenunggu dikau..
Sang buaian hati di segara jiwaku..
Rupamu yang menyongsong ragaku...
Telah mengubah sgala dukaku yang perih..
Menjadi manis bagaikan madu terbaik..
Hadirmu berikan aku kesejukan..
Wajahmu yang ayu dan rupawan..
Adalah pengobat dan pelipur laraku..
Waktu dan keadaan yang mempertemukan..
Memberikanku jawaban akan pencarian..
Kuhentikan langkah tuk mencari..
Karena kutlah temukan sang bidadari..
Yang kucari selama ini penuh harap..
Hilang dari kesepian yang membara..
Kini tergantikan oleh api cinta darimu..
Meskipun kau kini telah pergi..
Tapi kuharap waktu itu kembali terulang...
Agar kesingkatan itu lama kurasa denganmu..
Kata cinta yang kuucapkan untukmu...
Kini membekas jadi kenangan yang syahdu..
Kadang teteskan air mataku ini...
Namun penantian ini takkan terhenti..
Hanya dikau dan bersamamu...
Ukiran di batu penjuru cinta kita..
Akan menjadi nyata kembali di peraduannya..
Dan biarkanlah semua tau..
Kuhanya menantimu hingga kuberanjak dari dunia..
Meski harap tak kunjung datang...
Kutetap ingin dikau kembali...

Sakit bila mengigatmu

Sayang..
Mengapa engkau pergi tinggalkan aku..
Padahal kesudahanku belum pada saatnya..
Apakah gerangan kabarmu di sana..??
Bahagiakah engkau mengukir harimu di sana??
Oh aku tak sanggup melihat senyummu yang dulu..
Air mata yang jatuh membasahi..
Hanya menuliskan luka yang pedih di hati..
Karena cintaku yang dalam dan besar padamu..
Tahukah engkau, setiaku ini membelenggu..??
Hanya bayangan semu itu yang melintas..
Membuat air mataku berceceran..
Karena mengingat kenanganmu, aku terluka..
Engkau katakan sayang..
Engkau peluk aku dalam hangat...
Namun sekejap saja engkau pergi dariku..
Dan tutup lembaran itu hingga kau kembali..
Kuharus tetap bersabar menanti dirimu, sayang..
Sekalipun sakit dan perih menyiksaku..
Tapi yakinku ada untukmu..
Percayaku bahwa engkau kan kembali..
Menghapus air mataku dan membahagiakan daku..

CINTA MENGALIR APA ADANYA

CINTA...
UNGKAPAN INDAH BERJUTA MAKNA..
TERSELUT BAGAIKAN MUTIARA YANG INDAH..
MENGALUN BAGAIKAN SIMFONI NADA..
YANG TERBISIK SETIAP KALI NYATANYA ADA...
DARI CINTA SEGALANYA ADA..
SEDIH, CANDA, SUKA DAN BAHAGIA..
MEMBAUR JADI SATU DALAM KEFANAAN..
KERING KERONTANG DALAM KEMALANGAN...
LIKA-LIKU CINTA, LAKSANA LABIRIN HIDUP..
MELANGKAH DALAM KEKALUTAN..
TERBARING DALAM KERAGUAN..
CINTA MENYATAKAN DIRI PADA SETIAP INSAN..
BAHWA TIADA YANG SIA-SIA..
BAHWASANYA DUNIA TERBELAH DUA...
NAMUN CINTA KAN TETAP BERSATU PADU..
KARENA CINTA YANG MENYATUKAN..
NAMUN CINTA PULA YANG MEMISAHKAN..
SIAPA GERANGAN YANG BISA MENGGAPAINYA..
CINTA IBARAT MAUT...
NAMUN CINTA JUA BAGAIKAN NAFAS...
YANG MEMBERI HIDUP DI DALAM KEHAMPAAN..
TAPI MEMATIKAN DI DALAM KEPALSUAN..
CINTA BIARKANLAH MENGALIR BAGAIKAN AIR..
BULIRNYA KAN MENETES DI DALAM KENINGMU..
DAN HIRUPLAH BERJUTA NAFASNYA..
AGAR KAU SEMAKINS SADAR AKAN KENYATAAN..
BAHWA CINTA MENGALIR APA ADANYA..

SIMFONINYA CINTA

ALUNANMU LEMBU BAGAIKAN SUTRA..
MENGALIR SYAHDU DI DALAM GULANA...
INSAN YANG LETIH DALAM KEPASRAHAN...
BERHARAP LAGUNYA TERDENGAR DI DALAM SANUBARI..
ANGKARA MEKAR DI ANTARA BIDUAN..
SEDANGKAN RANTING PATAH DI DALAM JULURANNYA..
BENALU ITU MENGHISAP KEDAHAGAANNYA..
BAGAIKAN CINTA YANG MENGHIRUP JIWA-JIWAMU..
DALAM BADAI SIMFONINYA KUDENGAR..
MENDERU KERAS MELEBIHI TOPAN DAN GUNTUR..
SIAPA JUA YANG MAMPU TANDINGI KEPERKASAANNYA??
YANG MENANTANGNYA BAGAIKAN GENTAR...
TAK SATU JUA MAKHLUK YANG INGINKANNYAHILANG..
BAGIANNYAPUN BAGAIKAN PUZZLE DI HATIMU..
JIKA SATU HILANG, DIA TAK LENGKAPI RAGAMU..
KAU KAN TERBUANG DI DALAM KEKELAMAN...
TAPI SANG MALAIKAT CINTA TAK HENTI BERNYANYI..
TUK BUATNYA PADU DAN MENYATU DI HATI..
HINGGA KAU KAN TERPEJAM DALAM KEHENINGAN..
AKAN NIKMATNYA SIMFONI CINTA ITU...

CINTA MENYIKSAKU2

KERAGUAN ITU APALAH DAYA..
SEDANGKAN HARAP CEMAS INI MEMIKIRKAN DIKAU..
NAMUN ADAKAH RASA YANG KAU BALAS PADAKU..
YANG KUTERIMA INI BEGITU PAHIT KURASAKAN..
ADAKAH KAU TERIMA SELAKSA CINTA INI..
DIMANA KUTERPAUT TUK PERSEMBAHKAN DIRIKU..
DALAM CINTA KUBUNGKUS HATIKU BAGIMU..
TAPI KUTERIMA RACUN YANG KINI MENYIKSAKU...
KENAPA KAU BALAS AKU DENGAN TUBA ITU..
RASA BENCI YANG KAU BERIKAN BAGIKU...
TAK MENYISAKAN KENANGAN INDAH DARIMU..
NAMUN MERUBAHNYA MENJADI KEKECEWAANYANG DALAM..
KUMANUSIA YANG TAK LEPAS DARI KESALAHAN..
DERAI AIR MATA BAGAIKAN HUJAN DI MATAKU..
TAPI CINTAKU INI TERLALU SEMPURNA UNTUK KAU NODAI..
KARENA KUHANYA TAU, ENGKAULAH KUCINTA..
SEMAU HATI KAU PERGI DARIKU..
SEMAU DIRI CINTAKU HILANG DARIMU...
TAPI INGATLAH DIKAU WAHAI KEKASIH..
PINTU HATI INI KAN SLALU TERBUKA UNTUKMU...
JIKA KAU MENYADARI BAHWA KULAH SEMPURNA CINTAMU..
DATANGLAH KEMBALI DAN BAWALAH SELAKSA CINTA INI..
KARENA HARAPKU INGIN KAU DATANG LAGI...
MENGISI KEKOSONGAN HATI YANG HARAPKAN DIKAU...

CINTA MENYIKSAKU

KU TELAH MENAHAN BERJUTA PERIH..
LUKA YANG MENGALIR DI SEKUJUR TUBUH..
TAK SEPERIH RASA SAKIT DI DADA INI..
CINTA YANG BESAR INI KEHILANGAN ARTI..
TAHTA HATI INI TLAH KUSIAPKAN..
UNTUK KAU DUDUKI BERSAMA KERAJAAN CINTAKU..
TAPI KEMANA DIKAU SAYANG...
KAU PERGI DAN KINI TAK KEMBALI...
AKU TELAH DIDERA DALAM KERAGUAN..
KUHAMPIR MATI DI DALAM KEKECEWAAN..
KUMENUNGGUMU HINGGA KU JENUH TUK MERASA..
MENUTUP PINTU DARI CINTA YANG LAIN...
TAPI KAU... ENGKAU YANG KUSAYANGI...
DI MANAKAH DIKAU PERGI..
KAU TERBAWA ANGIN DAN MENGHILANG BEGITU SAJA..
TIADA SAPA DAN TANYA DARI HATIKU YANG DAHAGA..
CINTA INI MENYIKSAKU OH..KASIH..
KUTAK KUAT LAGI MENAHAN PERIH INI...
SEANDAINYA KEMATIAN KAN MENJEMPUTKU...
SEKARANG SAJA BILA SANG BIDUAN MAU...
KUHARAP DIKAU KEMBALI..
DATANGLAH SAYANG...DATANGLAH...
KURINDUKAN SUARAMU..DAN KUINGINKAN SAYANGMU..
TAPI KEMANA KAU BERADA...KUTAK PERNAH TAU...
AKU HILANG...
DAN TELAH MATI DALAM SIKSA BATIN...
DATANGLAH SAYANG...DATANGLAH....
JANGAN BIARKAN AKU MATI TERSIKSA BEGINI..

AKU MERAUNG DALAM GELAP

AKU MERONGRONG DALAM SELA KELABU...
NAMUN KUCOBA MELANGKAH...
TUK LAYANGKAN PANDANGAN KE DEPAN SANA...
TAPI APA DAYA KUTAKMAMPU MELAKUKANNYA...
TAMPARAN BADAI DI WAJAHKU..
TAK URUNGKAN NIATKU TUK MENGGAPAIMU..
MESKIPUN KAU SLALU JAUH DAN JAUH..
TAPI HATIKU INGIN TERUS DATANG MENCARIMU..
AKU MERAUNG DALAM GELAP..
BAGAIKAN SEEKOR SERIGALA YANG KELAPARAN..
YANG MENCARI DAHAGA DI DALAM KEGALAUAN..
MENCARI DIKAU YANG TERANG DI HATIKU..
TAPI KUTERLANJUR MENDERITA..
KARENA KAU TELAH SUNGGUH JAUH..
DAN PUTUSKAN TUK BERPISAH DARI ANGKARAKU..
MENGAPA HARUS KAU LAKUKAN...OH...
HIDUP YANG PENUH PERJUANGAN INI
KURASAKAN SIA-SIA TUK MERANGKAK LAGI...
KUTAK ADA DAYA TUK BANGKITKAN SEMANGAT..
HANYALAH HARAP TUK TEMUKAN YANG TERBAIK...
ITU YANG KUINGINKAN...

JIKA DUNIA MILIK KITA

SEANDAINYA DUNIA MILIK KITA..
KUKAN MEMBAWAMU KE SEGARA MAWAR MERAH..
KAN KUSELIPKAN ITU DI SELA RAMBUTMU..
DAN KUTATAP MESRA DALAM SEJUTA KASIH...
DAN MEMBELAIMU DENGAN RASA SAYANG...
BILA DUNIA MILIK KITA..
KUINGIN MENGAJAKMU TERBANG KE LANGIT..
MEMETIK BERJUTA BINTANG UNTUKMU..
DAN MENGALUNGKAN BULAN SABIT DI LEHERMU..
AGAR KAU SLALU BERSINAR WALAUPUN GELAP..
JIKA DUNIA MILIK KITA..
KUINGIN SLALU MEMELUKMU DALAM TAHTAKU..
DAN KUDEKAP ENGKAP DALAM BISIKAN CINTA..
TUK PERSEMBAHKAN SEGENAP RASA YANG ADA..
SUPAYA ENGKAU MENGERTI BESARNYA CINTAKU INI...
JIKA MEMANG DUNIA INI MILIK KITA..
KAN KUBAWA DIKAU KE ALAM MIMPI..
TUK BERLARI BERSAMA KUPU-KUPU..
DAN BERCERITA DALAM SEGALA RASA..
HINGGA KAU NYATA DALAM KEBAHAGIAAN...
NAMUN DUNIA BUKAN MILIK KITA..
TAPI DUNIA TLAH MEMPERTEMUKAN KITA..
DAN MENGIKAT KITA DALAM PITA CINTA..
YANG SELAMANYA TAKKAN TERLEPASKAN..
KARENA KITA SATU DI DALAM CINTA...

HARAPANMU DAN HARAPANKU

KATAKANLAH KASIH...
APA YANG SEDANG ENGKAU RASAKAN..
AGAR KUTAHU DAN KUBERIKAN YANG KAU PERLUKAN..
JIKA HATI INI KAU PINTA, KAN KURELAKAN..
JIKA NYAWA INI KAU BUTUHKAN, KAN KUSERAHKAN...
KARENA BAGIKU KAULAH SEGALANYA...
ENGKAU MENUAI HARAPAN..
DAN KUKAN MEMANEN BULIR-BULIRNYA..
KARENA HARAPANMU ADALAH HARAPANKU...
BILA KAU SEDIH, KUJUA KAN RASAKAN SEDIH..
BILA KAU BAHAGIA, KUJUA KAN RASAKAN BAHAGIA..
SEHINGGA UTUHLAH SEMUA SURGA CINTA KITA..
KITA BERDUA MEMULAI..
DAN JANGAN KITA JUA YANG MENGHENTIKANNYA..
LETAKKANLAH TANGANMU DI ATAS KITAB CINTA...
DAN KATAKANLAH HARAPANMU PADAKU, SAYANG..
KUKAN MENJADI YANG TERBAIK DARIMU..
MESKIPUN KUSADARI KESALAHAN TAK LUPUTDARIPADAKU..
NAMUN, ENGKAU YANG LENGKAPI KEKURANGANKU..
ENGKAULAH YANG MENYEMPURNAKAN DUNIAKU..
DAN ENGKAULAH BAGIAN YANG PALING MEMBAHAGIAKAN..
DAN TAK PERNAH KUINGINKAN DIKAU MENGHILANG..
KARENA CINTAKU...TLAH BERKEMBANG DI ATASMU..
AKU MENCINTAI ENGKAU...HINGGA UJUNG WAKTUKU....

CINTA BERSEMI

ENGKAU YANG TELAH MELANGKAH DI PINTU SURGAKU..
MENGETUK DENGAN LEMBUT HATIKU YANG TERTUTUP..
DAN TERSENYUM MANIS TUK MENGGENGGAM HATIKU..
OH...INDAHNYA DIKAU...
KURASAKAN DI BALIK INDAH PARASMU..
TERASA INDAH PULA DI DALAM HATIMU..
SAAT ITULAH KUMULAI MENGEMIS PADAMU..
TUK JADIKAN ENGKAU SANG RATU HATIKU...
ENGKAU LEMBUT BAGAIKAN AIR..
DAN ENGKAU SANGAT MENGERTI DIRIKU..
ENGKAULAH YANG MERUBAH RASA INI...
DARI KEBENCIAN MENJADI CINTA YANG BESAR...
CINTA YANG BERSEMI DI KELOPAKNYA INI..
KAN TERUS MEKAR KARENA SLALU KAU SIRAMI..
DENGAN KASIH SAYANG YANG TULUS...
BAGAIKAN PUTIHNYA MERPATI YANG BETERBANGAN..

SEPANJANG PENANTIANKU

DI KALA KUTERLARUT DALAM LAMUNAN
BAYANGMU TAK PERNAH SURUT MENGGELORA..
MERAYU SETIAP SUDUT HATIKU...
DAN BUATKU TERSENYUM DALAM ANGANKU...
KEKUATAN CINTA YANG MEMBAYANG..
TAK BISA KUTEPIS DENGAN TELAPAK TANGANINI...
KERASNYA KEANGKUHAN KITA BERDUA...
MEMBUATNYA KOKOH DI DALAM KETERPURUKAN...
SEKEJAP KITA BERPISAH..
DAN DIKAU TAK KEMBALI TANPA SISA...
SUARAMU TAK LAGI KUDENGARKAN..
HANYA DERU LANGKAHKU DI LORONG YANG GELAP...
SEPANJANG ITU AKU MENANTI...
ENGKAU DATANG KEMBALI...
AGAR KUDAPAT BERSUJUD MAAF PADAMU...
KARENA KUSALAH TLAH LAKUKAN YANG TERBURUK...
SELAYAKNYA KAU HARUS TAHU...
TANPAMU KUMERASAKAN KESEPIAN...
SEAKAN HIDUP INI SUDAH BUNTU TANPA TEPI..
HANYA BERHARAP, MENANTI ENGKAU DATANG KEMBALI..

SEPUCUK CINTA KUBERIKAN

KUBUKANLAH KARANG YANG KUAT..
DAN KUBUKANLAH GUNUNG YANG KOKOH...
SEBONGKAH BATUPUN, LEBIH AGUNG DARIKU..
KARENA KUIALAH INSAN YANG BEGITU HINA..
DAN BUKANLAH SEORANG DEWA CINTA..
AKU MENGURAIKAN AIR MATA SETIAP HARI..
HANYA MENYESALI APA YANG TELAH TERJADI..
MESKIPUN BEGITU ADANYA..
TAPI KUMILIKI HARTA YANG PALING BERHARGA..
SEPUCUK CINTA YANG INGIN KUBERIKAN...
NAMUN...... PADA SIAPAKAH GERANGAN???
PABILA MEMANG AKU TAK PANTAS MENCINTA...
TUHAN SANG KALIK KAN CABUT NYAWAKU..
KARENA KUBEGITU TAK PANTAS MERASAKAN CINTA..
TERBANG MENGHILANG DALAM ANGAN YANG KOSONG..
HINGGA SAAT ITU TIBA, SEPUCUK CINTA KUBERIKAN..
PADA DIA YANG PANTAS MENERIMA KEHINAANKU...

MENANTI CINTA SEJATI

BAGAIKAN BINTANG YANG KECIL AKU MENUNGGU..
DENGAN KERLIPAN WARNAKU YANG REDUP...
KUCOBA MENYALA BAGAIKAN SANG SURYA..
DAN KUCOBA MENERANGI MALAM BAGAIKAN BULAN..
SAMBIL BERHARAP ADA SATU BINTANG DI SISI..
YANG MAMPU BUATKU BERSINAR MELEBIHI KEJORA...
DARAH YANG MENGALIR DI SEKUJUR TUBUH..
TELAH TERKUCUR SIA-SIA DALAM KESEDIHAN..
GAGAL DAN GAGAL DI DALAM KEGALAUAN...
DAN MERANA KEMBALI KUKECAP PAHITNYA..
DI MANA MANISNYA CINTA YANG DULU KURASA..
SEDANGKAN TIADA INSAN YANG MAMPU BERIJAWABNYA...
AKU MANUSIA YANG TAK KUAT..
NAMUN KUPUNYA DAYA TUK SEKEDAR MENYAYANGI...
DAN PENUH HARAP TUK DAPATKAN CINTA SEJATI..
MESKIPUN AKU BUKAN SANG MENTARI...
TAPI KUINGIN NYALAKU BERSINAR SELAMANYA...
SEKEDAR BERHARAP DAN TERUS BERHARAP..
RUNTUHLAH HATIKU DI DALAM GENGGAMAN CINTA..
DAN JANGAN BIARKAN NYAWAKU TERBANG SIA-SIA..
HINGGA KUDAPAT MERAIH DALAM ANGANKU...
DIA YANG KUINGINKAN.. NYALAKAN HIDUPKU..

Kenangan bersamamu

Kau cintaku...
Dahulu mekar bagaikan mawar merah..
Dan bersemi semerbakkan taman hatiku..
Hingga tak sadarku termenung akan dikau..
Di atas dipan kenangan masa lalu..
Malam yang setiap hari menerkamku..
Terpikir hanya slalu di hatiku..
Dan tak sejengkal kedipanku hilang bayangmu..
Hinggaku terjatuh dalam kepahitan ini...
Tadahkanlah cinta seperti dahulu..
Saat kita bersama mengemban suka dan duka..
Saat bersama saat kita menjalin cinta..
Yang dulu manis bagaikan madu...
Abadi di setiap hari-hari...
Kenangan itu takkan mudah terhapus..
Meski kau telah pergi tinggalkanku..
Hancurkan mimpi-mimpi indah kita...
Tapi kejujuran hati masih tersisa cinta ini..
Sampai kau tau... sungguh kumengharapkanmu...

Kesesalan yang terjadi

Menyesali kenyataan pahit ini..
Bagaikan menengguk anggur yang pahit..
Mabuknya buatku tertidur dalam duri..
Hingga membuatku tak sadar dalam nyata..
Kulayu bagaikan anggrek di gurun..
Yang kekeringan dan haus akan embun..
Yang dahaganya cukup melebihi setetes hujan..
Tapi kutlah mati dan tak mungkin kembali..
Kenyataan ini yang begitu gelap..
Bagaikan melihat dalam celah kabut..
Yang menghapus segala jejak dalam kenangan...
Indah itu berubah, menjadi lembaran yangusang...
Oh...haruskan kukecap kembali...
Kegagalan cinta yang kuemban kali ini...
Membuatku terperosok dalam jurang kesesalan..
Yang tiada akhir di setiap pencarianku....
Siapapun jua yang sungguh mencintai..
Sadarilah insan yang lemah ini menanti..
Begitu tulus tuk ungkapkan segala rasa..
Mengertilah, sesal itu tak ada akhirnya...

Pujaan rahsiaku

Hey gadis...
Elok rupamu kupandangi..
Bagaikan mawar indah di segaranya..
Yang berkembang di segala taman-taman..
Serasa surga dunia yang nyata..
Meniupkan bayu kesegaran dalam kegerahan...
Engkau dalam sekali pandanganku...
Terkibas rapi, namun bayangmu slalu ada..
Hingga kepalaku tak henti ucapkan keheranan..
Apa gerangan yang terjadi padaku??
Perasaan yang dahulu ada, kembali bersemikah??
Hey gadis...
Seandainya aku tau akan dirimu..
Sudah dari dulu engkau kusunting jadi kekasihku..
Apa dayaku dalam mulut ini..
Manisnya kata tak kesampaian dalam kenyataan..
Kuhanya berharap padamu sang Gadis...
Seiring berjalannya waktu.. waktu yang bergulir..
Dapat memupuk rasa dan asa kita..
Hingga sungguh jika jalan kita searah..
Peganggalah jemariku tuk ikuti jejak cintamu...

Sayangku, ingatkah kamu

Sayangku...
Ingatkah kamu, masa-masa kita bersama..
Mengikat janji dalam kesetiaan..
Hari-hari terasa milik kita berdua...
Sayangku...
Ingatkah kamu, saatku ucapkan kata-kata cinta..
Yang kau dengar begitu seksama..
Yang sungguh utarakan perasaanku padamu...
Kenapa engkau begitu tega meninggalkanku..
Salah apa aku ingatkan engkau yang kelabu...
Air mataku berlinang dalam kusamnya luka..
Dan perihku pecah dalam linangan kecewa...
Mengenangmu adalah yang terindah..
Sekalipun luka selalu membahana di dalamdada...
Tapi senyum dan tawamu dahulu itu..
Pernah terukir dan tak terhapus dalam segala suasana..

Cinta dan keraguan

Bagaikan air dan api kita sekarang..
Kau pergi dalam hitamnya kekalutan..
Seakan aku tak berdaya dalam kebingungan..
Nestapa kuhirup debunya penuh kesesakan...
Kau pernah katakan cinta padaku...
Kau tebarkan benih sayang di hatiku..
Hingga aku terpana dan tersadar..
Mulutku terucap, bahwa kaulah cintaku...
Semuanya terhapus tat kala kau pergi..
Dari semua mimpi yang membius perih...
Aku tertidur dalam buaian khayalanmu...
Dan bersiap mati tanpa belaian kasihmu...
Kau buatku cinta...dan sekarang ragu..
Kau datang padaku dan lari dari mimpiku..
Kasih, aku sadar kutak punya apa-apa..
Dan aku sadar kutak berdaya dalam duniawi..
Padahal kau kuharapkan..
Padahal kau kuimpikan...
Namun apalah daya semua ini kusesali..
Kubuang sesak itu, dan berharap temukan yang lain...

Jangan lepaskan sayapku

Lihatlah ke atas sana..
Burung-burung camar berterbangan..
Melambaikan sayapnya dan serukan salam..
Dan senyummu tambahkan dunia di atas sana..
Tatapan matamu mengisyaratkanku..
Tuk slalu melindungimu dalam segala hal...
Tuk slalu menjagamu dalam segala rasa...
Hingga ku menukik tajam, kukan memegang dirimu...
Jangan lepaskan sayapku ketika kuterjatuh...
Biarkanlah kau merebah dalam angkasa...
Asalkan tubuhku yang remuk di dasarnya...
Kutak rela kau yang terluka karena itu..
Aku siap mati namun jangan engkau yang mati..
Karena nyawamu berharga melebihi intan....
Dan engkau adalah harta satu-satunya di hatiku..
Tak kubiarkan kau terluka, bahkan segores saja..
Sayangku, cintaku..
Katakanlah apa yang ingin kau katakan...
Selama nafas ini masih mengalir...
Hidup matiku kusediakan hanya untukmu...

Bertahan tanpa kekasih

Aku telah terbuang dan merebah..
Dan aku tak bernafas dalam kidung cinta..
Sekalipun udara keluar dari hidungku..
Namun cinta ini nyaris terkunci tiada lubang...
Sesatku dalam pencarian cinta..
Telah membuatku terhenti sejenak...
Ada yang kupikirkan dalam kehidupan...
Ataukah hanya fatamorgana dalam labirinsemu?
Hiraukanlah kata-kata bualan ini, hai insan...
Kuhanya tak kuasa tuk menahan perih..
Kuhanya mencoba menghibur diri dari kesepian...
Karena kumasih tetap bertahan tanpa kekasih..
Kutakut tuk mencoba anggur cinta..
Kungeri tuk rasakan sengsaranya putus cinta...
Hanya satu inginku akan dunia ini..
Di manakah dia, sang cinta yang mampu obati semua..?
Ku tetap termenung dalam penantian..
Hingga saat itu, matahari mulai menyingsing..
Biarkanlah saja dingin dan luka menggigitiku..
Hingga waktu menjawabnya, kelegaankupun tiba..

Engkau mawarku

Engkau mawarku..
Begitu elok tak henti kumemujimu..
Semerbakmu tak henti menerobos anganku..
Hinggaku sungguh menantimu selalu..
Dalam dekapan hangatku, yang kau nantikan..
Peluk dan ciummu adalah kebanggaanku..
Dan kasih serta sayangmu adalah kebahagiaanku..
Hingga akarmu menancap di dadaku...
Bunga itu tak berhenti mekarkan kuncupnya...
Meskipun durimu itu tajam dan melukai..
Tapi tanganku yang tak bernoda ini..
Mampu tuk memetikmu dalam segala rasa...
Dan jatuh hatilah daku dalam aromamu..
Kumbang yang mati banyak daripadamu..
Tapi ku adalah kupu-kupu usang...
Yang ingin menikmati manisnya madumu...
Karena kubertekad, milikimu adalah impianku...
Engkau bagaikan bunga mawar itu sayang..
Engkaulah yang telah kupetik..
Dan elokmu bagaikan merahnya mahkota...
Sungguh, pujaanku.. kau cantik sekali...

Jika kau slalu di sisi

Selayang pandang mata memandang...
Elokmu tak pernah sirna terhapus kabut..
Di dalam gelap lorong, bayangmu menghujani..
Seolah-olah kerinduan yang tertahan..
Meluap kuat bagaikan air bah di dadaku...
Seraut pandanganku melayang atasmu..
Walau hanya bayang-bayang semua belaka..
Tapi hadirmu bak nyata di sandaran jiwaku..
Hinggaku terpejam tuk rasakan indahnya ayumu..
Dan sigapi kemiskinan dahaga kalbu ini..
Oh... apa daya kau begitu jauh dariku..
Hendak kugapai, engkau seakan menjauh..
Laksana komet yang terbang jauh dari surya..
Dan menukik jauh tak berarah tujuanmu..
Seandainya kau tahu isi hati ini..
Ku tahu bahwa kutak slalu di sisi..
Dan kuingin hangatmu tetap ada...
Pelukmu yang bagaikan angan itu..
Merindukan aku dan lepaskan segala sedihku..
Penantianku terhapus, dan rebahlah di sisiku...

Langit malam

Serabut malam mulai menutupi jagad raya..
Dan peraduan sang surya tercabut di cakrawala..
Kekuatan dan hangatnya cahaya berubah seketika..
Tatkala sang Rembulan melayangkan pandangnya..
Menatap erat ke penjuru dunia yang gelap...
Bintang-bintang yang bertebaran di langit..
Seolah-olah mengerlingkan matanya yang kerlip..
Segala makhluk yang menatap indahnya biduk langit...
Kan terpana seolah kedip matapun tak mampu..
Karena surga malam yang terjaga dalam senyap alam..
Bernyanyilah wahai jangkrik di malam sepi..
Temanilah insan kesepian yang meringkuk..
Menepikan biduknya yang lalai laun di sudut mimpi..
Sekalipun ada duka dan suka yang berisikan kantungnya..
Janganlah berhenti senandungmu sang Bayu..
Sayup sayupkanlah keramaian di siang hari...
Dan bentangkanlah tirai cakrawala di atas sana..
Tunjukkanlah satu persatu rantai sungai semesta..
Yang benderang tuk kita curahkan rasa dan asa..
Menata dunia, hingga dasarnya bertemu dalam ikatan...

Jantung hatiku yang berhenti

Dadaku yang sesak tiada arah...
Kaubuat terkatung dalam keraguan..
Aku melangkah, namun kumelayang..
Hingga jejakku tak menapak lagi..
Kuterbungkam dalam emosi yang sulit..
Sayap-sayapku telah engkau patahkan..
Dan dahiku penuh darah dan peluh..
Berjuang antara hidup dan mati..
Hanya tuk bahagiakan dikau...
Berharap kau tak jauh dan hilang dariku...
Jantung hati ini berhenti berdetak...
Dan nafasku sudah tiada lagi berhembus..
Bagaikan angin yang berhenti berkelana...
Dan hidupku pupus dalam kandasnya biduk..
Entah kemana karang itu menghempasnya...?
Seandainya cinta ini terbendung kembali..
Adakah jaminan taman bunga itu bersemi?
Hingga kukehilangan nyawa setelah ini..
Kutak relakan hilangnya engkau, kasih..
Meskipun kau muram dan perih kau berikan...

Indah dan pahit cinta

Cinta bagaikan sebuah untaian tali..
Yang bisa putus dan bersambung dengan mudahnya...
Namun cinta tak bisa hilang begitu saja..
Bagaikan semudah membalikkan tanganmu..
Namun begitu sulitnya bak memeluk gunung...
Indahnya cinta membuat orang mabuk kepayang..
Dan kata-kata indahpun tercibir dalam kegirangan..
Karena manisnya madu cinta itu mengenyangkan...
Hingga nyawa tak perlu lagi tuk mencari..
Dan sgalanya tlah tersedia karena nikmatnya cinta..
Sadarlah wahai engkau manusia akan pahitnya..
Rasa sakit yang dicakarkan ke dadamu itu...
MEncabik setiap sudut nadi di hatimu...
Hingga kau tatap ke langit dan butakan semua...
Semuanya lenyap dalam angan dan bungkam semua suara..
Indah dan pahit cinta adalah bumbu yang padu....
Jika dihilangkan satu, rasanya hambar kaukecap..
Karena cinta iyalah begitu adanya..
Dan jangan kau pungkiri akan kenyataan ini..
Semuanya berarti, meski sengsara bagai meracuni..

Marilah bercinta

Hey kawan...
Dengarlah aku bernyanyi..
Bagaikan senandung berantakan..
Yang aneh terdengar..
Namun indah dimaknai...
Hey sobat..
Hilangkan gundah di hatimu...
Kar'na cinta hadir di sisimu...
Begitu manisnya...
Hingga terbang dalam angan...
Mari kita bercinta..
Dengarkan hatimu bicara...
Dan rasakan semuanya mengalun dalam simfoni...
Yang terngiang hingga kau tertidur...
Mari kita bercinta..
Kata cinta menggodamu..
Dan terbangkan anganmu dalam manis anggur pencinta...
Lihatlah sayapnya hangatkanmu...

Merindukan kasih sayang

Kereta kencana tak terdengar lagi..
Di kala hamparan bebatuan tersusun...
Menyapu debu jalanan yang kering...
Terdiam insan kesepian akan cinta..
Meronta-ronta di dalam lorong dunia..
Gelapnya butakan hati dan jiwa...
Hingga merasuk dalam dadanya yang rentan..
Pekiknya tak terdengar bagi kebahagiaan...
Dia kesepian bagaikan seorang diri..
Bagai bungkam di tengah keramaian...
Sosoknya melayang dalam kelamnya malam..
Sepertinya bintangpun tak menemaninya lagi..
Hanya cucuran air mata itu...
Kesedihan yang terbuang bagaikan sampah..
Membanjiri setiap sisi jalan yang terlewati...
Dalam waktu buta, tanpa kasih sayang darinya...

Melipat dalam harapan

Melipat dalam harapan...
Seakan tak berarti bagi dunia..
MEmekik dalam belas kasihan..
Akan impian yang tak kunjung datang..
Bagaikan menanti hujan dalam kemarau...
Rumput yang hijau mulai menguning..
Dan ranting di cabangnya mulai meluruh...
Gugurnya bunga jatuh bagai puing di tanah...
Semarak dunia lenyap seketika..
Di kala tak ada jawab akan kenyataan..
Hanya insan yang memejamkan matanya..
Selalu siap terbang dalam dimensi angan..
Kembali bermimpi akan indahnya kebahagiaan..
Yang bercampur dalam pesona dunia kelam..
Bertabur bagaikan bibit-bibit panenan..
Jika memang tak kunjung datang jawab-Nya..
Nyatalah jika kaki dan tangan tuk bersabar..
Dengan memegang dada dalam pejam yang dalam..
Nafas ini tetap berhembus seperti angin topan..
Yang haus dahaga akan jutaan harapan tertahan..

Kujemput engkau dalam mimpimu

Kasih...
Aku tahu engkau mulai terlelap...
Dan pegangan tanganmu melemah...
Dalam lelahnya dunia yang berputar..
Kadang kala kau raih...
Tidaklah sempurna bagaikan langit..
Yang indahnya setiap saat...
Tak nyata dalam sekejap saja...
Tapi nyatalah engkau tuk pejamkan mata...
Dari kelelahan yang harus kau tepis..
Agar esok kembali terbang bersamaku..
Dalam kisah indah yang kita dayung bersama...
Ucapkan salam kepada malam..
Keindahan mimpimu slalu menyertaimu...
Dan doaku mengiringi setiap lebar tidurmu..
Hingga matahari menanti, tutuplah matamu...
Selamat tidur...

Berabad sakitnya

Oh manisnya anggur cinta..
Buatku melayang bagaikan kegilaan...
Jauhkan mimpi palsu dari kenyataan..
Yang sebelumnya tak pernah terasa...
Dan kini telah nyata kukecap manisnya...
Dalam sekejap aku mencinta...
Dan hilanglah gundah yang melekat...
Seakan dunia ini bahagia bersama..
Darimu... untukmu... dan cintaku...
Pada Harapan kuletakkan atas hatimu...
Namun berpalinglah engkau sayang...
Jauh daripadaku yang merana...
Kau hilang, tanpa jejak... penuh kepalsuan..
Kau lari, menjauh dan pergi dariku...
Oh... aku kesakitan dalam kecewa..
Hanya ucapan cinta terungkap..
Tapi pedihnya yang mengalir dari perbuatan..
Menyisakan perih yang teramat sakit kurasa..
Bagai sehari kumencinta...kubahagia..
Dan kutlah mati... berabad sakitnya menyala..

Aku mencintaimu selamanya(i love you)

Dalam hatiku ada hatimu..
Dan dalam anganku, ada bayanganmu...
Dalam senyum, ungkapkan rasa sayangku..
Dan rinduku slalu dan slalu hanya untukmu...
Rasakan kasih aku melayang...
Dalam cinta yang kurasakan bagaikan petir...
Menyambarku sekejap mata tanpa bisa bicara...
Aku terbuai..aku jatuh cinta..oh indahnya..
Manis wajahmu yang kunikmati di mataku...
Membuat dunia nyataku penuh dengan pelangi...
Senyummu dan suaramu yang merdu di telingaku..
Bagaikan membawaku ke tempat yang tinggi...
Kuingin terbang membawamu bersamaku...
Dan memetik jutaan bintang sesuka hatimu...
Kan kubawa pulang bulan di atas sana...
Dan kukalungkan cahayanya di lingkar lehermu..
Oh...cantikmu bagaikan bidadari...
Mempesonaku dalam indahnya jiwa dan ragamu..
Jujur saja kukatakan meski kau tak mendengarnya..
Aku cinta kamu untuk selamanya...I love You!!

Cinta sempurna

Cinta yang berakar dari hati...
Yang mampu berbicara tanpa berkata...
Yang mampu menembus kalbu tanpa meresap..
Apakah gerangan buat dunia bagaikan pelangi..
Semua kata tak bisa menjawab arti yang nyata...
Gelap yang menyelimuti dunia..
Tersapu seketika tatkala ia membuka matanya...
Membuka hati yang keras bagai batu...
Meluluhkan jiwa yang keras bagai besi..
Dan membelainya lembut dengan sayangnya..
Cinta tak pernah berhenti mencari...
Meskipun kau telah menemukan sejati...
Di dunia tiadalah yang sempurna...
Karena itulah maksud lahirnya sang Cinta..
Agar kasih yang sempurna terwujud nyataadanya..
Siapa jua mampu berkata...
Dan siapa jua mampu bercinta..
Namun perlakuannya tak mampu gambarkan cinta..
Karena cinta misteri besar di luar kepala manusia..
Siapapun mengartikannya tak luput dari kesalahan...
Cinta mengisi kekosongan di dunia..
Cinta mengerti akan keadaan yang berbeda...
Cinta menjadikan perpisahan menjadi keutuhan..
Dan cinta menjadikan yang jauh menjadi dekat adanya..
Cinta semisteri keilahian Dia yang menciptanya..
Anugerah terindah dari yang Maha Pencinta...
Karena satu dari nafas-Nya mengucap kata cinta...
Hingga kita hidup, dan terlahir atas nama cinta...
Katakan cinta, dan maknanya ada di hatimu manusia...

Indah dalam kesejukkanmu

Indahmu dalam kesejukan mentari..
Membahana dalam segala sisi dunia..
Yang menanti hangatnya cahaya biduan..
Bagaikan seorang anak menanti sang bunda..
Engkau kuinginkan..meskipun menjauh..
Kuingin dekati dikau sekalipun kau berpaling..
Kau tak ibakan segala pandanganku..
Salamkupun tak kau perhitungkan di benakmu.
Kasih, kau kupuja meski kau tak suka..
Bagaikan api kau hanguskan aku dalam pilu...
Tapi kutak anggap itu semua sbagai kebencian..
Kau ada karena untukku cicipi indahnya...
Bayangmu yang tak kunjung menghilang..
Dari pelupuk mataku yang slalu terngiang..
Hanya kamu, kamu yang kuinginkan..
Andai kau tau kesejukanmulah kudambakan...

Menatap indah matamu

Membayangkanmu di depanku..
Bagaikan getaran yang tak kunjung henti..
Wajahmu yang bagaikan putri raja...
Mempesonaku dalam sejuta rasa...
Oh... dambaan hatiku...
Kau buatku sekejap terlena padamu...
Matamu, senyummu... kurindukan stiap detik..
Seakan sehari tak bertemu, berabad kurasa..
Kau begitu kupuja, jantungku terasa berhenti...
Dan mendengar kau berkata, semakin indah kurasa..
Kau membahana jiwaku.. buatku tak henti tersenyum..
Membayangkanmu, yang terlihat dalam benakku...
Ingin kurasakan cintamu bersamaku..
Dan merangkul jiwamu terbang dalam mimpiku..
Hingga kau tau seluruh isi hatiku ini..
Kan kupendam kata, agar kau merasa tanpa kuucapkan..

Sampai mati engkau ingin kumiliki

Deraian ombak menerjang...
Bagaikan hatiku yang ibarat karang..
Yang diterjang ombak cinta...
Menghantamku keras kandas dalam dunia indah...
Aku terseret dalam setiap senyummu...
Hingga pejamkan mata, bayangmu terpancar..
Bagaikan matahari di ufuk Timur...
Sinar matamu terpancar menusuk sanubariku...
Setiap hariku hanya ada engkau...
Yang kuucapkan dalam hati buatmu sayang..
Sampai mati engkau ingin kumiliki....
Karena kusungguh tergila padamu...
Cintaku padamu adalah semangatku...
Ibarat sumbu yang diberi api..
Engkau menguatkanku dan jadikanku kokoh...
Lihatlah aku.. kan kugapai hatimu...

Andai engkau tak ada

Oh...pahit ini menyiksaku...
Kau beri aku luka nan perih..
Hingga menancapkan sembilu di dada..
Yang sakitnya tak kunjung hilang..
Menyiksaku dalam dunia kematian..
Engkau berpaling dariku..
Semudah engkau membalikkan telapak tangan..
Campakkan aku ke dalam dunia bernoda..
Mencaci aku begitu kejam, dengan sinisnya..
Kau pergi dariku tanpa alasan...
Oh...seandainya engkau tak ada..
Sakit dan perih ini pasti tak kurasa..
Karena sesungguhnya cita dan cintaku...
Harapnya melekat di atasmu...
Berubah hitam penuh dengan noda darahku...
Pergilah dan senangkanlah dirimu..
Jangan pernah kembali dari padaku..
Kusudah muak dan ingin bungkam suara..
Sbab tak ada lagi yang sempurna kurasakan..
Engkau kecewakanku.. pergilah.. enyahlah...

Selamat tidur duhai kekasih

Bintang berkata...
AKu kesepian dalam malam..
Namun BUlan menemaninya dan bertanya..
Masih sepikah engkau, hai bintang??
Begitupun aku duhai sayangku...
Yang ada jauh di matamu..
Namun taukah engkau, kuslalu di sampingmu..
Dalam doa yang mengantarkan mimpimu..
Kasih... pejamkanlah matamu..
Sebab hari ini sudah melelahkanmu..
Cukup sehari melewati setiap waktumu...
Karena esok menantimu jua bersamaku..
Selamat tidur duhai kekasih..
Semoga mimpi indah...

Cinta terakhirku

Dalam puing cinta ini kucoba langkahkan kaki..
Bersama kita dalam waktu tuk mencoba..
Menjalin rasa dan asa yang terjalin...
Bagaikan tali kasih yang tersimpul mati..
Hingga tak satu jua mampu melepaskan..
Kata-kata mesra dan cinta kau cibirkan..
Seakan dunia yang kelam penuh dengan cahaya..
Bak duka yang slama ini tersirat...
Terhapus seketika oleh bah cinta kita..
Serasa dunia yang tercipta, hanya untuk kita saja..
Kau...yang sekarang slalu setia menemani..
Di kala hujan dan topan sedang menghampiri..
Tak pernah lelah dalam keputusasaan dan kekecewaan..
Kau setia bagaikan matahari yang slalu menyinari..
Dan aku bahagia denganmu jika slalu di sisi...
Sayang...tak habisnya kata indah kuuntaikan padamu..
Meskipun kadang kutak mampu buatmu tersenyum..
Tapi sekiranya engkau harus tau isi kotak hatiku...
Bahwasanya cintaku ini suci padamu tulus adanya..
Kaulah cinta terakhirku...satu-satunya yang kudambakan..

Kubukan yang sempurna

Andai aku bisa terbang bagaikan rajawali...
Kukan membawamu terbang di karpet angkasa raya..
Namun kuhanya manusia biasa..
Yang hanya mampu mendekap dan memeluk..
Dalam hangat hati yang sedang terasa...
Andai aku menjadi seekor kumbang...
Kuingin menghisap madumu yang manis..
Agar kutetap diam di kuntummu...
Selama yang aku ingin bersamamu slalu...
Tapi kuhanya manusia..tak ada yang istimewa..
Ketika sedih melanda..hatiku bertanya..
Kapan aku bahagia, sedang air mata slalu menemani..
Ketika bahagia merasuki benakku...
Aku lupakan semua, agar terpuaskan egoku...
Kutak kuasa jalani ini bagai tiada kendali...
Kubukan pria yang sempurna..
Yang slalu berikan kebahagiaan setiap saat..
Karena kakiku slalu melangkah bersama angin...
Dan bisa lenyap seketika bagaikan debu...
Namun kumampu memberikan segenap cintaku..
Yang terbentuk dari sepuing tugu kebahagiaan..
Agar seluruh sayangmu slalu membahana di hatiku...
Kumampu memberikan kesempurnaan meski aku tidak sempurna...
Pengorbanan kuperjuangkan, hingga kau pahami rasa sayangku..

Bahagia bersamamu

Oh alangkah indahnya cinta..
Yang bersemi bagaikan bunga di taman..
Aroma yang semerbak tercium sluruh insan..
Hingga ke dada, damai itu menyentuh kalbu..
Ceritaku dan ceritamu terpaut...
Dan duniaku masuk dalam duniamu...
Kita berbagi layaknya hujan dan tanah...
Yang diserap dan berembun di dalam awan..
Kau belahan hatiku yang telah padu..
Sekalipun tetes air matamu jatuh...
Dan rasamu tak lagi seindah dulu..
Namun cintaku takkan pernah berubah bagimu..
Hidup bersamamu adalah impianku..
Takkan kubiarkan genangan air matamu jatuh..
Dan Kukan korbankan sluruh jiwa dan ragaku..
Hingga kau slalu tersenyum dan bahagia bersamaku..
 
;